WHO Meminta Bantuan untuk Lebanon

WHO

ADALACENTRE.NET — Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) minta bantuan sebesar 76 juta dolar AS atau Rp 1,1 triliun (dengan kurs Rp 14.850 per dolar) untuk Lebanon. Dana itu hendak dipakaI untuk menolong warga yang terimbas ledakan Beirut minggu lalu.

“Sepekan sesudah ledakan, WHO masih mengkhawatirkan kesehatan dan kesejahteraan orang-orang yang terluka, kehilangan orang yang dicintai, atau menjadi tuna wisma. Pemulihan dari rasa sakit psikis dampak ledakan diperkirakan berlangsung lebih lama,” kata direktur program regional WHO Rana Hajjeh pada Rabu (12/8).

Ledakan Beirut menyebabkan tiga rumah sakit di sana stop beroperasi. Sementara tiga rumah sakit lainnya cuma sanggup menampung setengah dari kapasitas. Kecuali itu, hasil permulaan dari pengevaluasian menemukan dari 55 klinik dan sentra perawatan kesehatan di semua Beirut lebih dari separuhnya tidak berfungsi. Hal itu tentu ikut serta berakibat pada kesanggupan Lebanon menangani pandemi Covid-19.

‚ÄúSecara khusus, kami prihatin dengan kembalinya Covid-19 di Lebanon. Kami sudah meluncurkan seruan sebesar 76 juta dolar AS dan minta kelompok sosial internasional untuk mensupport rakyat Lebanon dan menampilkan solidaritas dengan mereka dengan semua metode yang memungkinkan,” kata Hajjeh.

Sejauh ini Lebanon mempunyai 7.121 kasus Covid-19 dengan 87 korban meninggal. Presiden Lebanon Michel Aoun sudah mengatakan kerugian dampak ledakan Beirut menempuh lebih dari 15 miliar dolar AS atau sekitar Rp 223 triliun. Hal itu ia sampaikan ketika melaksanakan percakapan melalui telepon dengan Raja Spanyol Felipe VI pada Rabu lalu.

“Kaba utama menceritakan kerugian melebihi 15 miliar dolar, kecuali kerusakan pelabuhan dan keperluan bahan rekonstruksi untuk membangun kembali infrastruktur yang hancur dampak ledakan,” kata Aoun dilaporkan Xinhua.