Total Pasien Corona COVID-19 Yang Sembuh Mencapai 5000 Dalam 24 Jam di Arab Saudi

Meskipun dalam beberapa hari terakhir Negara Kerajaan itu telah mengalami sedikit penurunan dalam kasus baru Virus Corona COVID-19, terutama di kota-kota yang mencatat infeksi luas seperti Riyadh, namun menurut juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Mohammed Al-Abd Al-Aly jumlah tersebut tidak mencerminkan penurunan yang stabil.

Walaupun dalam sebagian hari terakhir Negara Kerajaan itu sudah mengalami sedikit penurunan dalam kasus baru Virus Corona COVID-19, lebih-lebih di kota-kota yang mencatat infeksi luas seperti Riyadh, melainkan berdasarkan juru bicara Kementerian Kesehatan Arab Saudi Mohammed Al-Abd Al-Aly jumlah demikian tak mencerminkan penurunan yang stabil.

Mohammed mengatakan : “Kurva epidemi kerap kali berfluktuasi, jumlahnya berubah tiap-tiap hari menurut dari banyaknya golongan masyarakat, dan kepatuhan masyarakat kepada perilaku pencegahan standarisasi dasar protokol kesehatan. Tetapi, perubahan ini tak mencerminkan perilaku sosial dalam satu atau dua hari, akan tetapi malah sebaliknya, mereka mencerminkan hasil praktik masyarakat dari dua sampai empat pekan yang lalu” terang Mohammed.

Mohammed mengatakan “Angka-angka yang kita peroleh pada hari ini baru akan diketahui dalam beberapa hari atau bahkan beberapa pekan ke depan dan pastikan Anda menghindari daerah-daerah yang ramai, menghindari kontak fisik pribadi ataupun dengan barang pribadi dengan orang asing, tidak berkumpul di jalan, dan senantiasa memberi perhatian ekstra terhadap si buah hati”, demikian seperti dikutip dari Arab News, Jumat (26/6/2020). Menurutnya, orang sering kali berasumsi keliru disebabkan dari kekeliruan yang didapatkan dari membaca peningkatan pasien Covid-19.

Berdasarkan pernyataan Kemenkes Arab Saudi, juga tak ada kasus yang dikonfirmasi di negara mereka pada pasien Corona COVID-19 yang pulih dan kemudian tertular lagi” akan tetpai masih terlalu dini untuk mengambil kesimpulan akhir dalam hal ini” ujar Mohammed.

Belum Ada Bukti Kuat Kerusakan Parah Terhadap Paru-Paru

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Arab Saudi membagikan sebuah cerita seputar seorang pria yang tertular penyakit COVID-19, awalnya ia mengacuhkan perihal membersihkan tangan setelah selesai berbelanja. Pada akhirnya, ia menularkan / menginfeksi itu ke enam member keluarganya, salah satunya menderita hipertensi dan diabetes dan saat ini sedang dirawat intensif di rumah sakit.

Dan juga kementerian mengumumkan bahwa masker medis salah satu protokol yang tepat sasaran dalam mencegah infeksi. Kendati demikian masker tersebut tak boleh dipakai lebih dari satu hari. Sementara masker kain sepatutnya dicuci secara teratur.

Meski mengenai Virus Corona COVID-19 yang bisa menyebabkan kerusakan paru-paru permanen, Dr. Abdullah Asiri, pembantu wakil menteri untuk kesehatan preventif dan konsultan penyakit menular di Arab Saudi mengatakan bahwa belum ada bukti berhubungan efek dengan hal yang demikian.

Dr. Abdullah Asiri menyangkal desas-desus yang menyuarakan bahwa 30 persen dari mereka yang tertular penyakit itu mempunyai fibrosis paru (penyakit yang terjadi saat jaringan paru-paru menjadi rusak dan dia juga menjelaskan bahwa sebagian besar orang dengan COVID-19 tak menampakkan gejala infeksi paru-paru. Pada Kamis 25 Juni, Arab Saudi mencatat 41 kematian dikarenakan oleh Corona COVID-19, meningkatkan totalnya menjadi 1.428. Seperti halnya virus jenis apapun, pengaruh Corona COVID-19 yang mungkin terjadi pada paru-paru pasien meningkat sehingga mereka menggantungkan harapan pada mesin ventilator, tambah Dr. Abdullah Asiri.