Raja Salman Prioritas Utama Memerangi Virus Covid-19

RAJA

ADALACENTER.NET– Penjaga Dua Mesjid Suci, Raja Salman, menegaskan pemberantasan pandemi virus Covid-19 menjadi prioritas utama pemerintahannya. Masalah itu dikenalkan oleh Menteri Sumber Energi Manusia Arab Saudi, Ahmed Al-Rajhi, ketika peluncuran Golongan Komunikasi Pekerja L20 di G20, Senin (7/9).

“Prioritas kami ketika ini ialah menyelesaikan pandemi dan kesehatannya, sosial, serta ekonomi,” ujar Raja Salman diwakili Menteri Ahmed Al-Rajhi, diinfokan Saudi Gazette, Rabu (9/9).

Raja Salman mengatakan, upaya negaranya di G20 tahun ini konsentrasi pada sebagian bidang utama. Salah satu yang menjadi konsentrasi utama ialah kolaborasi internasional dalam pengembangan vaksin untuk Covid-19.

Tidak cuma itu, Arab Saudi berharap menentukan jalan masuk yang adil dan merata kepada vaksin Covid-19 bagi seluruh orang, dengan konsisten mengamati keperluan negara yang berpenghasilan rendah. Seluruh negara, dipinta mengambil pembelajaran dari pandemi ini. Gunanya,  memutuskan masa depan yang lebih bagus dalam menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi.

“Menjaga kehidupan dan mata pencaharian ialah  prioritas utama kami sebagai pemimpin G20,” ujar Raja Salman.

Raja Salman juga mengatakan Presidensi G20 Arab Saudi sudah konsentrasi pada pembahasan kebijakan berkaitan ketenagakerjaan, menjaga stabilitas keuangan, meminimalkan ketegangan perdagangan dan mempromosikan rantai pasokan global.

Pihaknya juga menawarkan bantuan terhadap seluruh negara yang memerlukan dan mengkoordinasikan kesehatan masyarakat beserta langkah-langkah keuangan. Mengingat pandemi dikala ini, jaringan perlindungan sosial berlaku untuk seluruh wujud profesi serta seluruh golongan pekerja. Terpenting, Raja Salman menekankan perlindungan bagi freelancer dan pekerja platform online.

“G20 tahun ini konsentrasi pada peningkatan upaya untuk memperkuat perlindungan sosial dan membuatnya lebih inklusif,” lanjutnya.

Dia menekankan peran penting perempuan dan pemuda ketika membentu kebijakan ketenagakerjaan, dengan mengingat perkembangan teknologi dan perubahan demografis. Arab Saudi disebut benar-benar mengamati perempuan, pemuda dan pengusaha muda, untuk memfasilitasi jalan masuk mereka ke pasar energi kerja.

Dalam konteks memberdayakan masyarakat dan memperluas kesempatan, rencana Kepresidenan G20 Saudi konsentrasi pada pemberdayaan perempuan secara holistik di bawah trek yang berbeda. Masalah ini meliputi serangkaian inisiatif sektoral yang menargetkan golongan dengan jalan masuk paling sedikit ke kesempatan kerja.

Ia menekankan, G20 percaya memungkinkan perempuan untuk mengakses kesempatan adalah komponen integral dari pendekatan pembangunan yang berkelanjutan dan komprehensif. Dalam kaitan ini, pemberdayaan perempuan pada posisi kepemimpinan menjadi unsur penting untuk menentukan partisipasi perempuan dalam pengambilan keputusan, serta kontribusinya kepada kesejahteraan masyarakat.

“Kami sudah mempercepat upaya internasional lewat G20 untuk membahas inklusi keuangan dan jalan masuk ke layanan keuangan sebagai pilar utama memperluas kesempatan. Memanfaatkan teknologi dan penemuan baru untuk memungkinkan golongan yang kurang mujur,khususnya perempuan dan kaum muda supaya  mempunyai jalan masuk ke layanan keuangan,” ujarnya.