Perbincangan Tentram Taliban-Afghanistan Tersusah dalam Sejarah

taliban

ADALACENTER.NET– Wakil Presiden Afghanistan Amrullah Saleh mengucapkan diskusi tentram dengan Taliban akan diawali dalam sebagian hari akan datang. Menurutnya, itu bakal menjadi perundingan penenteraman tersusah dalam sejarah.

” Dalam hal-hal tertentu ini akan menjadi lebih kompleks ketimbang pelaksanaan penentraman Arab,” ujar Saleh  ketika diwawancara Al Arabiya pada Senin (7/9).

Saleh mengatakan perselisihan selama 19 tahun yang berlangsung di Afghanistansudah menumpahkan banyak darah dan mewujudkan perpecahan. Ia mengukur menyelesaikan hal itu bukanlah perkara gampang. Kendati demikian, dia ingin diskusi tentram konsisten berlangsung.

Ia meyakini Taliban akan konsisten menerapkan aksi kekerasan untuk menerima lebih banyak konsesi dalam diplomasi.

Diskusi tentram antara Pemerintah Afghanistan dan Taliban akan berlangsung di Doha, Qatar. Para juru runding dan pejabat senior Afghanistan dilaporkan sudah bertolak ke kota itu minggu lalu. Berdasarkan sebagian sumber, diplomasi mulanya diagendakan digelar pada Sabtu (5/9). Tapi, sumber-sumber lain menyebut, perundingan mesti ditunda sebab persoalan logistik.

Taliban sudah  menyusun delegasi beranggotakan 21 orang untuk  melaksanakan diplomasi tentram dengan Pemerintah Afghanistan. Juru bicara Taliban Zabiullah Mujahed mengucapkan tim perunding sudah diumumkan menurut keputusan Amirul Mukminin Ketua Taliban Mulla Hibat Ullah dikutip situs Anadolu Agency.

Perundingan penentraman Afghanistan yang dimediasi Amerika Serikat (AS) sudah terhenti selama berbulan-bulan. Masalah itu sebab Taliban menentukan persyaratan pembebasan 5.000 anggotanya yang dibendung pemerintah sebelum diplomasi diawali. Sebagai gantinya, Taliban bahkan akan membebaskan seribu pasukan keamanan yang mereka tawan.

Pemerintah Afghanistan sudah membebaskan lebih dari 4.000 tahanan Taliban. {api sekitar 320 orang yang dituduh melaksanakan kriminal  serius konsisten dibendung sampai sekarang. Perselisihan pelaksanaan ini, Prancis dan Australia sudah mengungkapkan keberatan atas pembebasan Sebagian member Taliban yang terlibat dalam menghilangkan nyawa orang lain warga mereka di Afghanistan.

Berdasarkan Afghanistan sudah berlangsung semenjak 2001. Berdasarkan PBB, lebih dari 32 ribu warga sipil sudah tewas dalam perselisihan itu.