PBB Guterres: Masa Depan Libya Dipertaruhkan

Libya Dipertaruhkan 

ADALACENTER.NET–Ketua Sekretaris Jenderal PBB mendesak kekuatan dunia yang berkepentingan dalam perang Libya untuk menghentikan pengiriman senjata ke pemerintah saingannya.

Masa depan Libyadipertaruhkandan kekuatan dunia serta mereka yang berkepentingan dalam perang saudara yang berkepanjangan harus berhenti mengirim senjata ke pemerintah saingan negara itu dan terus bekerja menuju gencatan senjata yang langgeng, kata Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Guterres memohon kepada mereka yang hadir pada pertemuan tingkat menteri pada hari Senin, yang diselenggarakan bersama oleh PBB dan Jerman, untuk mendukung upaya perdamaiantidak hanya dalam katakata tetapi dalam tindakan“, termasuk segera mendukung embargo senjata PBB yang dilanggar secara luas terhadap Libya.

Pelanggaran embargo adalah skandal dan mempertanyakan komitmen dasar untuk perdamaian semua yang terlibat,” katanya.

Pengiriman senjata asing dan dukungan militer lainnya harus segera dihentikan. Jerman, yang telah mencoba bertindak sebagai perantara, mengatakan pertemuan virtual adalah kesempatan untuk meninjau apa yang telah dicapai sejak Berlin menjadi tuan rumah KTT Libya pada Januari di mana peserta dari kedua belah pihak setuju untuk menghormati embargo senjata dan mendorong perang Libya. pihak untuk mencapai gencatan senjata penuh.

Perjanjian itu telah berulang kali dilanggar. Ringkasan pertemuan menteri oleh para ketua bersama mengatakan bahwa para peserta menegaskan kembali komitmen mereka terhadap kesimpulan konferensi Berlin, sangat menyambut baik rencana dimulainya kembali pembicaraan antara partaipartai Libya yang bersaing, danmenekankan perlunya segera menghentikan intervensi asing di Libya” .

Ada kesepakatan luas bahwa pelanggaran berulang atas embargo senjata PBB harus segera dihentikan,” kata ketua bersama.

Sebuah laporan oleh panel ahli PBB yang memantau sanksi terhadap Libya, yang dilihat oleh kantor berita The Associated Press bulan lalu, mengatakan embargo senjata telah dilanggar oleh pihakpihak yang bertikai dan pendukung internasional mereka, dan bahwa itu tetapsama sekali tidak efektif“.

Penjabat utusan khusus PBB Stephanie Williams mengatakan pada konferensi pers setelah apa yang dia sebutdialog yang sangat jujurdi antara para pemain utama bahwa senjata, tentara bayaran dan peralatanmasih mengalir ke Libyadi kedua sisi“.

Dia mengatakan iniberisiko salah perhitungan di lapangandan menimbulkanancaman langsung bagi tetangga Libya“.

Terdapat 9 negeri yang turut campur dalam konflik Libya,” kata Williams, tanpa menyebut nama.” Mereka seluruh wajib menghentikan pelanggaran embargo senjata.” Libya jatuh ke dalam kekacauan sehabis pemberontakan yang didukung NATO pada tahun 2011 menggulingkan pemimpin lama Muammar Gaddafi, yang setelah itu tewas.

Semenjak itu, negeri itu terpecah antara administrasi saingan yang berbasis di timur serta barat, tiaptiap didukung oleh kelompok bersenjata serta pemerintah asing. Komandan pemberontak Khalifa Haftar serta pasukan gadungannya melancarkan serbuan pada April 2019, berupaya merebut Tripoli, bunda kota. Tetapi kampanyenya kandas pada bulan Juni kala milisi sekutu Tripoli, dengan sokongan Turki, terletak di atas angin.