Mesir Coba Pengobatan Plasma Darah untuk Lawan Covid-19

corona

ADALACENTER.NET–Mohamed Fathi, seorang pria Mesir yang sudah sembuh dari Covid-19, mengerenyitkan dahi ketika mengamati selang untuk mendonasikan plasma darah terpasang di tangannya. Kendati demikian, ia bersikeras melanjutkannya.

“Apabila aku bisa menolong Cuma satu orang, itu hal yang benar-benar bagus,” katanya dikutip dari Channel News Asia pada Selasa (8/9)

Surveyor tanah berusia 25 tahun dari Kairo itu terjangkit Covid-19 pada Mei  ketika malam Idul Fitri. Dia menjadi salah satu dari 100 ribu kasus yang dilaporkan di Mesir, di mana lebih dari 5.500 orang sudah meninggal sebab Covid-19.

“Hilanganya indra untuk merasakan pengalaman yang sangat-sangat mengerikan,” katanya di markas besar Transfusi Darah Nasional Mesir di Kairo.

Situasi menjadi lebih buruk bagi keluarga saat ayahnya yang telah tua juga terinfeksi. Dia mengalami batuk kering yang keras dan demam yang terus-menerus.

“Kami berkujung hanya untuk mendinirkan darah, sebab kami tidak mau orang lain mengalami seperti keluarga kami,” kata pemuda yaitu satu dari sekitar 200 sukarelawan mendonorkan plasma darahnya.

Mesir, seperti Sebagian negara lain, sedang mencoba memerangi pandemi dengan plasma darah dari para penyintas Covid-19. Ilmuwan dibagi dalam mengahadapi untuk menggunakan donor darah utnuk mengobati korban Covid-19, tapi para pensupport mengatakan teknik itu sudah ternyata tepat sasaran dalam penelitian kecil untuk mengobati penyakit menular lainnya, termasuk Ebola dan SARS.

Uji coba plasma klinis yang baru lahir untuk melawan pandemi COVID-19 juga sudah diluncurkan di Bolivia, Inggris, Kolombia, India, Meksiko, Pakistan, dan Korea Selatan.

Direktur Sentra Transfusi Darah Nasional Mesir, Ihab Serageldin yakin plasma darah dari orang yang sembuh ialah pengobatan yang menjanjikan. Langkah ini diambil sambil terus memaksimalkan, memproduksi secara massal, dan mendistribusikan vaksin yang  tepat sasaran.

Semenjak April dia sudah menggagas kampanye Mesir yang mendesak lebih dari 79.000 pasien yang dikenal pulih untuk  mendonasikan plasma mereka.

“Corona virus yakni salah satu virus yang tak ada petunjuk , kita sedang usaha untuk menghadapi virus tersebut,” katanya.