Macron Peringatkan Iran tidak Turut Campur Urusan di Lebanon

Macron Peringatkan Iran tidak Turut Campur Urusan di Lebanon

ADALACENTER.NET— Presiden Prancis Emmanuel Macron peringatkan Iran untuk tak turut campur dalam pelaksanaan pembangunan Beirut, Lebanon yang hancur oleh ledakan minggu lalu. Macron memberitahu Presiden Iran Hassan Rouhani, penting bagi seluruh tenaga untuk menghindari intervensi dari luar.

“Dan untuk mensupport pemerintah yang berwajib untuk bisa mengelola kondisi darurat ini,” kata Macron seperti dikutip dari Arab News, Kamis (13/8).

Ledakan Beirut yang dipicu 2.750 ton amonium nitrat menewaskan 171 orang dan melukai 6.000 orang lainnya. Momen ini menghancurkan beberapa besar ibu kota dan membikin 300 ribu orang kehilangan daerah tinggal.

Di tengah gelombang amarah warga, Perdana Menteri Hassan Diab mengundurkan diri. Masyarakat geram dengan ketidakmampuan pemerintah dan korupsi elite penguasa.

Tidak sedikit warga Lebanon juga menuntut supaya Hizbullah yang dipersenjatai dan didanai Iran stop mencengkram kekuasaan. Macron kepala negara pertama yang mengunjungi Beirut berakhir ledakan terjadi.

Presiden Prancis itu juga memimpin reaksi masyarakat internasional untuk menolong Lebanon. Dia juga menjadi tuan rumah konferensi yang sukses mengumpulkan dana bantuan sebesar 300 juta dolar AS.

Pengamat politik dan relasi internasional Arab Saudi Hamdan Al-Shehri mengatakan peringatan Macron ke Iran ialah perkembangan signifikan. Menurutnya inti masalahnya ialah proksi Iran di Lebanon.

“Iran melewati proksinya, milisi teroris bersenjata berat, sudah menghancurkan Lebanon, Iran sudah menyandera negara itu dengan todongan senjata, Macron telah melaksanakan hal yang benar dengan menegur mereka,” kata Al-Shehri.

Al-Shehri mengatakan mundurnya Diab dan pemerintahannya ialah langkah pertama untuk membebaskan Lebanon dari Iran dan Hizbullah. “Tetapi tak berarti hal itu cukup, jika pemerintahan ini digantikan pemerintah lain dibawah tekanan Hizbullah karenanya akan kembali ke spot permulaan” tambah Al-Shehri.