Bahrain Tolak Normalisasi Relasi dengan Israel

israel

ADALACENTER.NET — Raja Bahrain Hamad bin Isa Al Khalifa mengatakan terhadap Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo bahwa negaranya tak akan melaksanakan normalisasi relasi dengan Israel seperti yang dilaksanakan oleh Uni Emirat Arab (UEA). Al Khalifa menegaskan Bahrain berjanji untuk mensupport ┬ápenyusunan negara Palestina.

Pada Rabu (26/8), Bahrain mengungkapkan kesepakatan normalisasi relasi dengan Israel tak akan terbentuk tanpa penyusunan negara Palestina yang merdeka. Berdasarkan Bahrain News Agency, Raja Al Khalifa mengatakan terhadap Pompeo bahwa negaranya konsisten berjanji pada inisiatif Arab Peace, yang menyerukan penarikan penuh Israel dari kawasan Palestina yang diduduki, dengan imbalan penentraman dan normalisasi relasi.

“Raja menekankan pentingnya meningkatkan upaya untuk mengakhiri perselisihan Palestina-Israel ┬ácocok dengan kesepakatan solusi dua negara, yaitu untuk penyusunan negara Palestina merdeka dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya,” tulis laporan Bahrain News Agency.

Pompeo berada di Bahrain sebagai komponen dari rangkaian kunjungannya di Timur Tengah. Kunjungannya bertujuan untuk mensupport negara-negara Arab supaya melaksanakan normalisasi relasi dengan Israel. Dalam sebuah cicitan di Twitter, Pompeo mengatakan ia dan raja Bahrain membahas seputar pentingnya membangun penentraman dan stabilitas regional, serta melaksanakan konfrontasi kepada Iran.

Seperti kebanyakan negara Teluk, Bahrain menganggap Iran yakni musuh. Bahrain menuding Iran berada di balik aksi protes golongan Syiah terhadap dinasti Sunni, Raja Al Khalifa yang berkuasa.

Seorang peneliti di Dewan Eropa untuk Relasi Luar Negeri, Cinzia Bianco, mengatakan negara-negara Teluk lainnya termasuk Oman, Qatar, dan Kuwait juga menghadapi hambatan untuk meningkatkan relas dengan Israel. “Oposisi populer kepada normalisasi cukup tinggi, walaupun ada sentimen yang lebih dingin kepada pengorbanan Palestina di antara sebagian kalangan pemuda, terpenting di Arab Saudi,” ujarnya.