90 Personel Unifil Terkonfirmasi Positif Covid-19

tni

ADALACENTER.NET — Juru bicara pasukan United Nations Interim Force in Lebanon (Unifil) menyebut, sekitar 90 petugas perdamaiannya dikonfirmasi positif Covid-19. Percobaan yang dilaksanakan pada Ahad (13/9) diklaim menjadi kasus pertama yang dilaporkan.

Lebih lanjut, puluhan personel yang terkonfirmasi positif Covid-19 itu sudah dipindahkan ke fasilitas khusus Unifil. Berdasarkan jubir, daerah khusus itu juga sudah dilengkapi fasilitas untuk menangani Covid-19.

Jubir mengatakan, 88 dari pasukan yang terinfeksi berasal dari kontingen yang sama. Tapi, pihaknya tak merinci kewarganegaraan dari 90 penjaga perdamaian yang terjangkit virus SARS-CoV-2 itu.

“Kami sudah melaksanakan pelacakan kontak yang kuat dan menggunakan pengujian serta isolasi menyeluruh untuk mencegah wabah yang lebih besar,” katanya, dikutip Arab News, Senin (14/9).

Berdasarkan berita, sebanyak 45 negara turut mendonasi pasukan penjaga perdamaian ke Unifil. Pasukan yang didirikan pada 1978 itu disusun untuk berpatroli di perbatasan antara Lebanon dan Israel yang secara teknis berperang.

Sebelumnya, pada Agustus lalu, PBB juga sudah memperpanjang mandat misi damai satu tahun. Walaupun, mandat itu juga mengurangi kapasitas pasukan dari 15 ribu menjadi 13 ribu tentara.

Sejauh ini, pasukan yang ditempatkan di perbatasan itu, tergoda dari situasi dua negara yang mengalami lonjakan Covid-19. Di Lebanon, lonjakan kasus virus corona yang dikonfirmasi terjadi semenjak ledakan 4 Agustus yang melanda pelabuhan Beirut.

Negara kecil Mediterania itu sudah mencatat sempurna 23.669 kasus Covid-19, termasuk 239 kematian semenjak wabah diawali pada Februari. Pada Sabtu lalu, pihak berwajib juga kembali mengumumkan 22 kasus virus corona di penjara Roumieh, sentra penahanan terbesar di negara itu yang sudah lama tenar sebab keadaan buruk di sebagian bloknya.